Benchmark Keberhasilan Kebijakan Anggaran PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Webmaster   
Selasa, 21 Juli 2009 15:12
H. Budi Antoni Aljufri
Bupati Empat Lawang Sumatera Selatan
 
Manajemen Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang adalah prestasi yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, setidaknya bagi pemerintah Kabupaten dan Kota lain di seantero Indonesia. Empat Lawang yang seumur jagung telah mampu merombak manajemen keuangan daerah sedemikian rupa sehingga dalam APBD 2009, Empat Lawang mampu mengalokasikan lebih dari 76% APBD untuk anggaran belanja pembangunan, sementara belanja rutin pegawai hanya 23.6%. Total APBD Empat Lawang tahun 2009 hanya lebih sedikit dari 400 milyar rupiah.
Ini adalah kebijakan revolusioner! Kepemimpinan H. Budi Antoni Aljufri, Bupati Empat Lawang telah mampu mengubah paradigma lama tentang pembangunan sentralistik yang menempatkan anggaran pembangunan jauh lebih besar daripada belanja rutin pegawai. Tidak heran bila bangsa ini memberikan apresiasi positif bagi Bupati.
Apa sebenarnya implikasi dari kebijakan anggaran ini? Jelas banyak. Pertama bahwa masyarakat daerah akan mendapatkan porsi pembangunan ekonomi yang jauh lebih besar. Kedua, bahwa percepatan pertumbuhan investasi ke daerah akan melesat sangat cepat dalam beberapa waktu ke depan. Ketiga, bagi aparatur akan tercipta tantangan berprestasi lebih tinggi lagi, karena lebih fokus pada upaya pembangunan riil.
Sistem penganggaran berpihak pada pembangunan ini perlu diteladani oleh Kepala Daerah lain. Bayangkan saja, banyak daerah menggunakan kebijakan anggaran lebih besar dialokasikan pada belanja pegawai. Bahkan prosentasenya jauh lebih besar. Sebut saja rata-rata yang kebanyakan terjadi di daerah lain adalah 30% untuk belanja pembangunan dan, ‘sisanya’ 70% untuk  belanja rutin dan pegawai. Bahkan di beberapa daerah, perbandingan itu mencapai 20% untuk belanja pembangunan dan 80% belanja rutin. Kapan daerah mau dibangun bila alokasinya seperti itu?
Dibawah kepemimpinan Bupati muda ini, Kabupaten Empat Lawang telah mematok standar tinggi yang mustinya menjadi benchmark bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

Pemimpin EMASS

Agenda dan visi pembangungan Kabupaten Empat Lawang dilakukan dengan jargon ”EMASS” Ekonomi Maju Aman Sehat dan Sejahtera telah mulai menampakan hasil. Keberhasilan ini merupakan lahirnya embrio atau benih keseriusan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang yang dipimpin oleh H. Budi Antoni Aljufri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat didaerah ini.
Semangat yang ditanamkan oleh Bupati Empat Lawang, adalah fokus untuk terus memacu aparaturnya demi mendekatkan pelayanan kepada publik. Tentu saja sambil mengemban tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat Empat Lawang.
Karena itu untuk mempersempit rentang kendali  antara pusat pelayanan masyarakat dengan warganya, Pemkab Empat Lawang memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan alternatif yang menghubungkan kota pendukung ibukota Empat Lawang, Tebingtinggi.        
Menurutnya, program prioritas yakni pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara Kota Tebingtinggi dengan kota pendukung Pendopo. Sebab, selama ini jarak kedua kota tersebut cukup sulit dilalui dengan menempuh jarak 2 jam lebih. ”Untuk mempersingkat waktu kita memprogramkan pembangunan jalan poros antara kedua kota tersebut. Nantinya setelah jalan tersebut selesai akan menempuh kurang dari setengah jam,” ungkapnya.
Selain jalan poros Tebingtinggi-Pendopo, Bupati juga mengungkapkan infrastruktur jalan yang masuk dalam program prioritasnya adalah dengan membuka akses jalan menuju kota kecamatan yang lainnya. Antara lain, Tanjung Raman Pendopo-Tanggul Itam  dan Talang Padang Pasemah Air Keruh. Kemudian Simpang Perigi-Kunduran-Air Mayan Pasemah Air Keruh.
“Selama ini bagi sebagian masyarakat Empat Lawang, Pasemah Air Keruh merupakan daerah yang jarak jangkauannya sangat jauh. Namun dengan dibukanya nanti akses jalan tersebut maka masyarakat memiliki alternatif jalan selain melalui Ulu Musi dan ini akan semakin membuka akses ekonomi masyarakat yang merupakan daerah penghasil kopi,“ ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, pihaknya akan menganggarkan pembangunannya melalui APBD Kabupaten Empat Lawang setidaknya dalam dua tahapan. “Kita akan mencoba menghindari pembiayaan dengan sistem tahun jamak, untuk itu kita meminta Pemerintah Provinsi Sumsel untuk pendukung program tersebut,“ katanya.        
Sebagai putra daerah Empat Lawang, Bupati yang akrab dipanggil dengan nama Toni ini menilai persoalan yang dihadapi di Empat Lawang masih menyangkut persoalan normatif seperti kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Itu semua terjadi karena kesulitan perekonomian masyarakat. Lapangan pekerjaan kurang memadai dan pembangunan ekonomi juga tidak berjalan.
”Karena itu fokus saya adalah pembangunan infrasttruktur seperti membuka akses jalan. Dengan ini maka secara otomatis perekonomian akan bergerak maju begitu masyarakat Empat Lawang akan mendapatkan manfaatnya” katanya. 
Berkat tangan dingin dan kepiawaian kepemimpinannya tokoh satu ini mampu menata wajah Empat Lawang seperti sekarang ini. Arahnya tiada lain untuk meraih kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebuah impian kuat dengan visi yang jelas dan terukur dari seorang Toni yang dituangkannya ke dalam program prioritas pembangunan Kabupaten Empat Lawang, yakni bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Sementara untuk sektor pertanian, Toni sendiri sudah mengalokasikan anggaran lebih untuk sektor irigasi. Hasilnya, adalah peningkatan kesejahteraan petani di Empat Lawang.
Dengan fokus pada infrastruktur sekarang ini, Empat Lawang sangat berpotensi untuk maju dengan potensi SDA yang masih belum tergarap sepenuhnya. Dan jika infrastruktur sudah tersedia, investasi akan berdatangan, kemudian kesejahteraan warga Empat Lawang bakal terwujud secepatnya di masa depan.