|
Pilihan. Itulah inti dari pemilu. Sejak dari pileg, pilpres, pilgub, pilbup, pilkot, hingga pilkades esensinya adalah pilihan. Bukan pemilu namanya kalau tanpa ada pilihan. Harus ada cukup pilihan, sehingga semakin baiklah pemilihan umum. Sebaliknya, cideralah demokrasi jika miskin pilihan; apalagi tidak ada yang bisa dipilih.
Banyak manfaat dengan banyak pilihan. Pertama-tama, memberi banyak alternatif kepada para pemilih mengenai siapa yang akan dipilihnya. Selanjutnya, membuka peluang bagi pemilih untuk membandingkan siapa yang paling pantas untuk dipilih. Coba bayangkan, jika hanya ada satu kandidat sedangkan lawannya adalah bumbung kosong, niscaya pemilih bukan hanya tidak punya alternatif pilihan; melainkan juga pemilih tidak mampu membandingkan kandidat dengan kandidat lainnya. Membandingkan dengan bumbung kosong? Sungguh keterlaluan. Ketiga, banyak kandidat menyediakan kesempatan pemilih untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik diantara mereka. Terbaik di sini tentu saja amatlah kontekstual: bisa terbaik diantara yang jelek-jelek; atau terbaik diantara yang baik-baik. Dengan memperoleh yang terbaik, harusnya pemilih tidak menyesal atas siapapun yang telah dipilihnya. Yang lainnya, banyak pilihan membuat demokrasi itu sendiri bukan saja dinamis tetapi juga berkualitas. Demokrasi itu bisa dikatakan anti-konsensus; melainkan pro-persaingan. Bukan demokrasi namanya kalau tak ada persaingan memenangkan suara para pemilih. Pemilu yang pura-pura tidak sejalan dengan misi demokrasi. Persoalannya, apakah dalam setiap pemilu dengan banyak pilihan kita mampu mendapatkan pemimpin yang the best of the best? Tentu saja banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah ”ketersediaan informasi yang memadai” tentang para kandidat. Acapkali, para pemilih kurang peduli akan detail setiap kandidat. Mungkin tak punyak cukup waktu untuk mengenal data kultural, data sosial dan data psikologis masing-masing kandidat. Tetapi yang lebih mengerikan, jika setiap kandidat sengaja ”bersembunyi” dari publik agar tidak diketahui jejak politiknya. Kalau komitmen para pemilih sama dalam kerangka mendapatkan yang terbaik di antara para kandidat, hendaknya kita tak pernah lelah untuk mendalami masing-masing kandidat sebelum menjatuhkan pilihan kepada salah satu di antara mereka. Kita sebaiknya rajin mengakses informasi selengkap mungkin tentang mereka, agar tidak menyesal di kemudian hari atas pilihan yang telah dilakukannya! Silahkan simak. H. Muhammad Jusuf Kalla Pengusaha sukses dan kader Golkar ini justru berkibar dalam era reformasi. Dia memang seorang tokoh yang dinilai ‘bersih’ dan dapat diterima semua golongan. Setelah terpilih menjadi Wakil Presiden, dia pun kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Munas di Bali (19/12/2004). Jusuf Kalla, dengan prinsip “lebih cepat lebih baik”, maju sebagai kandidat capres dari Partai Golkar berpasangan dengan Wiranto. Jusuf Kalla kelahiran Watampone, Bone, 15 Mei 1942, selama menjadi Wapres memang dikenal dengan kepemimpinannnya yang taktis dan cepat mengambil tindakan. Jusuf Kalla sendiri sering mengatakan kemajuan dan kebesaran bangsa membutuhkan kepemimpinan kuat yang mampu menyelesaikan semua masalah dengan demokratis namun efektif. "Kunci leadership yang kuat dan tegas. Sesulit apa pun masalah akan mampu kita atasi kalau si pemimpin tidak ragu-ragu mengambil tindakan yang cepat dan efektif." Jusuf Kalla, adalah politisi tangguh, sekaligus sangat ramah sehingga mudah diterima diberbagai kelompok. Ia bukan tampil sebagai politisi sektarian, namun JK adalah sosok negarawan berlatar belakang pengusaha.
Wiranto Wiranto, sosok mantan Jendral militer kelahiran Jogjakarta, 4 April 1947, diakui sebagai pemimpin yang tegas, memiliki semangat tinggi dan mengutamakan kesetiaan. Karena itu, Wiranto selalu menegaskan dalam setiap kesempatan bahwa negeri ini memerlukan kepemimpinan kuat dan berkarakter. “Pemimpin yang kuat harus memiliki kapasitas politik yang kuat, memiliki karakter, track record bagus. Ia juga harus memahami kondisi global dan memiliki tindakan solusi apa yang seharusnya diambil yang benar-benar berpihak kepada kerakyatan. Bukan sekedar intervensi kepentingan dari pihak tertentu,” tegasnya. Pengalaman mendampingi tiga Presiden RI, Soeharto, BJ Habibie dan Gus Dur, ia memetik pelajaran berharga bahwa menjadi pemimpin itu mudah, namun untuk menjadi pemimpin yang berhasil tidak semua orang dapat melakukannya. Diperlukan banyak kelebihan untuk menjadi pemimpin yang berhasil yang berarti mampu mengaktualisasikan visi menjadi kenyataan. Ia tidak hanya belajar dari keberhasilan ketiga presiden yang didampinginya, tetapi lebih lagi belajar dari kegagalan mereka. Menurutnya, kegagalan itu sebenarnya hanya ada dua penyebabnya. Pertama, pemimpin yang mampu berpikir tetapi tidak mampu melaksanakannya. Kedua, pemimpin yang terus melaksanakan niatnya namun tanpa berpikir. Sementara yang kita butuhkan adalah seorang pemimpin yang mampu berpikir sekaligus mahir melaksanakannya.
Akbar Tanjung Mantan Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI menapaki jenjang karir politik dari bawah. Pria kelahiran Sibolga, 14 Agustus 1945 ini, dikenal sebagai politisi yang sangat santun dan sabar serta mampu memahami situasi dan kondisi dengan sangat cepat yang penuh perhitungan matang. Ia adalah tokoh reformis. Akbar-lah yang mendorong dan memimpin Partai Golkar pada saat itu sehingga tampil sebagai partai paling modern saat ini. Akbar dikenal jeli mengatur strategi perubahan positif di masa depan. Bang Akbar, pemimpin yang mempunyai catatan pengalaman panjang; seorang pemimpin dengan gagasan dan pandangan yang jelas; yang memiliki keterampilan politik dan birokratis yang memadai. Ia sosok yang bukan hanya memiliki leadership tingkat tinggi, tetapi sekaligus adalah general manager yang piawai. Bukti kemampuan manajerialnya, ia mampu melakukan koordinasi dan mengkomunikasikan kebijakan-kebijakannya tidak saja kepada elite nasional yang ada, tetapi juga kepada bangsa Indonesia. Sebagai seorang pemimpin yang mempunyai visi masa depan yang sangat kuat, dan pengalaman yang teruji, tampak bahwa Akbar Tandjung adalah calon kuat pemimpin bangsa. Ia, dengan kesantunan dan kesabarannya dapat memenangkan hati rakyat dan bakal mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, Indonesia sejahtera.
Muhaimin Iskandar Abdul Muhaimin Iskandar kelahiran Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966, seorang politisi muda yang namanya cukup diperhitungkan. Sebagai Ketua Partai dan Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar dikenal memiliki memiliki komitmen kuat untuk berperan aktif dalam proses-proses pendidikan politik masyarakat dan pemuda. Saat ini, paling tidak ada sudah terbukti dengan banyaknya kepemimpinan muda di PKB. Seringkali Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa kepemimpinan mendatang memang harus dikuasai kalangan muda. Bukan saja untuk memberikan semangat baru bagi kepemimpinan nasional, tetapi juga untuk memperlihatkan bahwa proses regenerasi bangsa ini tidak berhenti. Meskipun banyak orang menilai Muhaimin adalah tokoh yang mampu menghancurkan PKB, tetapi Muhaimin juga sekaligus dipandang sebagai pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang cenderung diam, tak berkoar-koar tetapi banyak kerja. Tampaknya gaya kepemimpinan Muhaimin Iskandar ini saat ini sedang dibutuhkan bangsa.
Hidayat Nur Wahid Namanya, disebut-sebut sebagai salah seorang calon Presiden atau Wakil Presiden Pemilu 2009. Bahkan beberapa polling menempatkannya pada posisi paling diunggulkan menjadi wakil presiden. Ia tampil sebagai politisi, uztad dan cendekiawan yang bergaya lembut namun kharismatik karena mengedepankan dakwah dalam memimpin. Sosoknya semakin dikenal masyarakat luas setelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepemimpinnya di MPR memberi warna pada peta perpolitikan nasional. Tokoh kelahiran Klaten, 8 April 1960, dikenal sebagai sebagai pimpinan yang santun dan bersih. Ia banyak dikagumi oleh kader-kader PKS. Berbekal kelebihan tersebut, Hidayat Nur Wahid banyak digadangkan sebagai sosok yang pantas memimpin bangsa ini. Menurutnya pemimpin adalah sebuah amanah yang harus dijunjung tinggi, namun tetap dengan sikap bersahaja terhadap rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin yang bersahaja, bersih dan peduli.
Drs. H. Susilo Bambang Yudhoyono Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis mencerminkan wawasan berpikirnya yang luas. Yang semuanya ini telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Sosok SBY sendiri adalah sosok pemimpin yang selalu berhadapan dengan tantangan. Ketika terpilih menjadi presiden, tantangan demi tantangan menerpa SBY. Namun semua itu dapat dihadapinya dengan penuh keyakinan dapat mengatasi itu dengan baik. Lihatlah banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, SBY mampu mengatasinya dengan baik. Perumusan strategi yang biasanya berlaku di dunia kemiliteran mewarnai kepemimpinan SBY. SBY telah membuktikan dengan kebijakan reshuffle kabinet yang dilakukannya menerapkan strategi-strategi yang cukup jitu, dengan menempatkan beberapa menteri dari profesional, bukan dari kalangan politik. Begitu juga dengan pemilihan calon wakil presiden sekarang ini. SBY tampak sedang melakukan strategi sambil menunggu reaksi eksternal.
Prabowo Subianto Prabowo Subianto Djojohadikusumo, anak ketiga dari pasangan Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo ini lahir di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1951. Nama Prabowo, mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini kembali mencuat, seiring dengan niatnya menjadi calon presiden dari Partai Gerindra, partai yang didirikannya. Diakuinya, niat untuk menjadi pemimpin nasional bukan dilatarbelakangi oleh ambisi berkuasa. Seperti sering diucapkan, bahkan sejak masih aktif dalam dinas militer, dirinya telah bersumpah hendak mengisi hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Mengabdi puluhan tahun di militer, mengantarkan Prabowo menjadi jenderal bintang tiga. Sekaligus meneguhkan reputasi pribadi dan karakter kepemimpinannya yang tegas, berani serta konsisten. Karier militer alumnus Akabri (1974) ini yang banyak diisi dengan penugasan di satuan tempur. Ia adalah jenderal termuda di republik ini, yang meraih tiga bintang di usia 47 tahun. Ia juga dikenal cerdas intelektualitasnya dan berpengaruh, seiring dengan penempatannya sebagai penyandang tongkat komando di pos-pos strategis TNI AD. Ketegasan, keberanian serta konsintensi dan ambisinya yang dibarengi dengan kepercayaan diri yang kuat sudah terlihat. Prabowo melawan arus besar dengan mencalonkan diri sebagai capres. Tidak bisa dipungkiri, Prabowo dikenal berani dan tak kenal lelah mengambil resiko politik.
Megawati Sukarnoputri Megawati dikenal sebagai pemimpin perempuan yang berkepribadian kuat. Tak mudah dipengaruhi oleh siapa pun jika tidak sesuai dengan nurani dan visinya tentang cita-cita NKRI. Baginya visi dan misi para pemimpin bangsa ini tak bisa lain dari visi dan misi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Megawati Soekarnoputri lahir di Jogjakarta, 23 Januari 1947, tampak menunjukan kesiapannya untuk tampil kembali di puncak kekuasaan 2009-2014. Ia tidak hanya seorang ibu (perempuan) yang pendiam tapi pemberani. Sebagai mantan Presiden sekaligus eorang politisi yang memimpin partai nasionalis besar dengan segala dinamikanya. Pemimpin partai yang paling berpengaruh saat ini, terutama dipandang dari keberaniannya memposisikan PDIP sebagai partai oposisi berhadapan dengan seluruh kekuatan partai yang ada di Senayan. Kematangannya dalam memimpin sudah mencapai puncak percaturan politik. Kesiapannya untuk bertarung kembali dalam kancah percaturan politik menggapai kursi Presiden RI 2009-2014, menunjukkan bahwa dia tidak mau menjadi pecundang. Dia melihat bahwa keberanian dan konsistensi adalah jawaban untuk menjadi pemenang. Megawati masih akan menjadi pesaing kuat bagi siapa saja Capres lainnya. Kepemimpinannya yang matang, semangat dan keberaniannya yang sudah teruji menunjukkan bahwa Megawati kini telah siap menjadi pemenang.
|