Menjaga Performa Tim Kerja PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Webmaster   
Selasa, 21 Juli 2009 14:54
Setiap tim sebenarnya dapat dibimbing oleh para Leader untuk menghindari permasalahan. Namun perbedaan antara tim yang mampu menghindari masalah dengan yang tidak adalah adanya proses dan kemampuan para Leader untuk memonitor. Leader yang memonitor efektifitas tim dapat membuat perbaikan kinerja sehingga dapat meminimalisir potensi masalah.

Banyak masalah dan kegagalan dapat dicegah jika team leader dapat menilai keefektifan timnya secara rutin. Rutin memeriksa efektifitas lebih baik dilakukan daripada menunggu sampai muncul masalah. Pemeliharaan seperti ini dapat dikombinasikan dengan penambahan perbaikan, pertahankan performa tim Anda menuju tujuan yang telah ditargetkan.
Faktor kesuksesan tim
Penelitan yang dilakukan oleh CCL dan bekerja dengan tim menemukan 6 faktor kunci kesuksesan tim :
Tujuan yang jelas
Sebuah kewenangan tim yang terstruktur
Dukungan organisasi yang kuat
Hubungan internal yang positif
Hubungan eksternal yang saling memberikan kemanfaatan.
Management informasi yang efisien
Dalam posisi sebagai pemimpin, Anda dapat menggunakan faktor-faktor ini sebagai performance indicators. Dari evaluasi setiap elemen secara periodik Anda akan mendapatkan sebuah sudut pandang yang luas dari performance tim.
Diagnosa Masalah
Perhatikan box yang menggambarkan masalah dan diagnosa berikut ini:

Masalah yang muncul :

 

Menunjukkan adanya :

 

    Kejenuhan

    Duplikasi keahlian

    Taktik yang terlalu kompleks atau sulit Tingkat kepercayaan yang rendah

    Frustasi akan peraturan

    Ketiadaan struktur tim

    Sistem penghargaan yang rendah

    Taktik yang berputar-putar

    Sistem informasi yang tidak jelas.

    Sistem kontrol yang tidak akurat.

    Adanya perlakuan likes - dislike

    Taktik perlindungan

    Banyaknya turn over karyawan (sering pindah atau keluar)

    Berkurangnya konsumen atau kilen

    Suplier pemarah

    Bermain politik

    Perubahan konsumen

    Kesalahan kesimpulan

    Kehilangan kesempatan

 

 

 

Tujuan yang tidak jelas atau adanya ketidakyakinan atau ketidaksetujuan tentang misi organisasi.

 

 

Hilangnya kekuasaan karena tidak adanya keyakinan akan peraturan

Terbatasnya dukungan organisasi

 

 

 

 

 

 

Rendahnya kualitas hubungan antar anggota tim

 

 

 

 

Rendahnya kualitas hubungan eksternal

 

 

 

Informasi manajemen tidak efisien