Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| "Pemimpin itu Harus Memiliki Karakter" |
|
|
|
Tugas sebagai Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial (Banjamsos), diemban Toto Utomo dengan teguh. ”Ini pekerjaan sulit dan menantang,” katanya. Dia meneguhkan hatinya bahwa setiap pekerjaan harus tuntas.Semboyan ini inspirasi bagi Toto ketika masih aktif dalam Satuan Bakti Sosial Mahasiswa di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Sebagai anggota dia kerap turun ke lapangan saat bencana datang. Toto Utomo meyakini betul tanda-tanda kehidupan. Hal ini dirasakan ketika dirinya masih menjadi bagian dari Taman Makam Pahlawan (TMP). Ketika itu, sebelum menjadi Direktur TMP, dirinya sudah merancang idealnya taman makam ini. ”Perjalanan hidup ini memang sulit diduga namun selalu ada tanda-tanda,” katanya. Toto penuh dengan pengalaman kepemimpinan. Ia dikenal mampu membangkitkan semangat tim kerjanya. Menurut Toto, hidup ini juga adalah pilihan. ”Manusia selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Menghadapinya harus dibuat keputusan. Meskipun diambil dengan berbagai resikonya.” Karena itu, menurut Toto, Tuhan menciptakan dunia ini hanya untuk manusia yang berani mengambil keputusan. ”Semakin tinggi resikonya maka semakin tinggi hasil yang akan dicapai,” tegasnya. Menurutnya penting untuk menghitung resiko yang akan diambil. Tanpa menghitung resiko, bukanlah keberanian. Toto sudah membuktikan bahwa ia adalah karakter pemimpin yang berani mengambil keputusan. ”90 persen pemimpin itu memiliki karakter berani mengambil keputusan,” katanya. Dia merujuk pada Nicolo Machiavelli yang mengatakan lebih senang ditakuti daripada tidak disenangi. ”Suka atau tidak suka itu manusiawi tapi harus yakin bahwa pemimpin berani mengambil keputusan.” Sebagai Dirjen paling muda, dia ditantang untuk membuktikan diri mampu mengemban tugas ini. Selamat bertugas! |