Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Wakil Rakyat |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Senin, 27 Juli 2009 11:02 |
Kisah ini berawal ketika Bagyo (Tora Sudiro) harus kehilangan pekerjaannya, lantaran kelalaiannya pada acara rakernas sebuah partai besar. Seekor kucing tiba-tiba menyerang ketua partai yang baru saja berorasi di depan massanya. Bagyo kena damprat.
Ia dipecat hingga membuat rencana pernikahannya dengan Ani (Revalina S. Temat) terancam gagal total! Dari sana, duka rupanya belum beranjak darinya. Bertubi-tubi musibah datang. Kali ini, uang untuk membiayai ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri sekawanan maling. Dendam pun terbalaskan, ketika Bagyo mendapati para pencuri itu tengah beraksi merampok seorang artis terkenal bernama Atika (Wiwid Gunawan). Bagyo muncul bak pahlawan. Ia menghajar kawanan perampok dan membuat Atika terpesona.Keberaniannya menjadi berita besar. Namanya langsung jadi buah bibir, ketika media memberitakan kehebatannya. Bagyo melejit bak selebritas. Ketenarannya kemudian dimanfaatkan oleh sebuah partai politik untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Awalnya menolak, tapi Bagyo akhirnya luluh juga. Ya, Bagyo kini menjadi caleg dadakan. Ketenaran Bagyo lalu dimanfaatkan oleh sebuah partai politik papan atas untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Bagyo ditemani Jereng (Vincent Rompies) berangkat untuk berkampanye di Wadasrejo, sebuah daerah terpencil yang rakyatnya hidup serba kekurangan. Ternyata masyarakatnya tidak mengenal sosok Bagyo sama sekali. Di sana Bagyo menemukan kenyataan lain yang lebih penting daripada nama besar dan popularitas. Masyarakat desa lebih menghargai kejujuran dan ketulusan daripada kata-kata muluk yang diobral dalam sebuah kampanye politik.Melalui film Wakil Rakyat sutradara Monty Tiwa mencoba mengangkat sebuah komedi satir yang menggelitik di tengah hiruk-pikuk hajatan politik, yang tengah berlangsung di negeri tercinta ini. Suguhan cerita yang ringan, menghibur, sekaligus mengolok-olok kehidupan politik di negeri ini. Berangkat dari ide yang dicetuskan oleh Chand Parwez WAKIL RAKYAT mengangkat tentang realita sehari-hari bangsa ini Pada tataran lainnya, film ini juga mengingatkan para calon wakil rakyat di negeri ini agar tak cuma memberikan janji-janji kosong, tapi sebuah bukti yang didasarkan ketulusan dan kejujuran. Film ini tak sebatas cuma memberikan tontonan yang menghibur, tapi mengajak penontonnya agar cerdas untuk memilih para wakilnya di kursi legislatif.Film ini patut dijadikan pilihan terdepan bagi masyarakat pencinta film indonesia yang sudah jenuh dengan drama cinta dan tema-tema horor yang selama ini selalu menghiasi layar lebar perfilman tanah air. (sunny) |