Perlu anda ketahui : Tipe-tipe perempuan dating PDF Cetak E-mail
Menyimak respon yang muncul para pembaca Majalah Kepemimpinan LeadershipPark, kami memang agak terkejut. Karena dari dua puluh dua respon yang sampai di meja redaksi melalui email Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya , ternyata seluruhnya datang dari perempuan.

Pertanyaan yang muncul dalam diskusi di meja redaksi adalah mengapa malahan kalangan perempuan yang justru merespon rubrik tetap Dating Enthusiast ini padahal redaksi semula berpendapat bahwa rubric ini akan lebih menarik perhatian kalangan Leader pria. Memang kami belum menemukan jawabannya, selain barangkali para laki-laki lebih sungkan dan menahan diri untuk mengirimkan tanggapan.
Sebuah email yang menurut kami paling menarik menyebutkan bahwa kaum perempuan merasa lebih senang memainkan peran ketika sedang bergaul di dunia dating. Dan, peran tersebut, katanya, bukan refleksi tipe kepribadian nyata dari mereka tetapi hanya peran sesaat. Sebuah mode ’on’ dalam dinamika pergaulan dating.
Benarkah demikian?


Dunia dating, bak sebuah dunia kecil dalam dunia. Pelaku, pemain, penikmat dan ataupun pengamat lebih senang tidak diketahui publik umum. Mereka lebih senang menyimpannya rapat-rapat dalam hati. Tidak perlu orang lain dalam dunia besarnya tahu apalagi masuk dalam dunia kecil mereka. Seperti rahasia kecil yang hanya boleh dikuak oleh kalangan internal. Terdapat kesadaran kolektif di kalangan dater itu, bahwa diantara mereka saling menyimpannya rapat-rapat.
Maka, benar bahwa cukup sering kita temukan teman-teman kita yang tampak bersahaja, pendiam dan tenang ternyata ketika masuk dalam dunia dating, ia menjadi orang lain yang agresif dan begitu atraktif. Mungkin Anda salah satunya.
Inilah yang dimaksud oleh pengirim email tadi. Sebuah jawaban yang mustinya bukan baru saja diketemukan, semacam sebuah permainan peran adalah layak dalam dunia dating. Tetapi apakah semua pelaku dan penikmat dunia ini selalu memainkan peran tertentu? Ya, mungkin tidak juga. Pasti ada beberapa yang memainkan peran aslinya pada saat tertentu. Tetapi anggapan umum bahwa orang-orang lebih memunculkan peran artifisial cenderung benar.
Pertanyaan berikutnya, apakah perempuan dan laki-laki yang memainkan peran-peran itu? Ataukah hanya perempuan? Atau hanya laki-laki? Hmmm...saat ini ada baiknya kita tidak mengupas peran-peran yang dimainkan kaum laki-laki. Nanti biar para pembaca perempuan mengirimkan tanggapan untuk menilai apakah laki-laki juga memainkan peran-peran artifisial dalam dunia dating.
Bagi kaum laki-laki, sebuah pertanyaan penting. Apakah Anda bisa mengenali peran-peran yang dimainkan oleh  perempuan? Acung jempol bila Anda jawab ya. Tetapi kalau Anda tidak bisa mengenalinya, selain peran sebagai predator seperti yang sudah kita kupas dalam edisi sebelumnya, maka sebenarnya Anda perlu koreksi diri. Benarkah Anda tertarik dengan dunia kecil ini? Saya sangsi, karena Anda tidak bisa menemukan yang di depan mata Anda. Sebaiknya tinggalkan artikel ini dan segera temukan hal lain yang lebih menarik bagi Anda.
Rasa tertarik akan sesuatu mendorong orang untuk otomatis mencari tahu hal-hal lain apapun yang berhubungan dengan dengan sesuatu itu. Ini seperti pygmallion effect. Dorongan ketertarikan akan membawa Anda pada pemahaman, pencobaan dan penguasaan. Bila Anda tidak menemukan hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu itu, berarti Anda tidak tertarik dengan sesuatu itu. Bukankah demikian?
Mengamati orang lain yang lebih ahli adalah salah satu cara untuk membangun keahlian Anda. Sebaiknya, orang-orang yang Anda amati bukanlah mereka yang secara alami atau karir mereka sudah mendukung untuk itu. Misalnya, bukan bintang film terkenal, bukan orang kaya raya dan bukan sosok maskulin yang secara fisik begitu menawan. Tetapi justru sosok laki-laki biasa saja. Arahkan pembelajaran Anda pada laki-laki rata-rata yang banyak Anda temui di pergaulan. Dia yang barangkali tidak memiliki banyak keunggulan. Tetapi temukan bahwa keunggulan dia adalah mampu memenangkan hati perempuan.
Perhatikan bagaimana laki-laki itu mendekati perempuan, memulai pembicaraan dengan si lady dan menciptakan suatu kedekatan. Mungkin ia secara alami memang berbakat. Sempatkan diri berkenalan dan buatlah suasana senyaman mungkin sehingga tidak ada batas fisik untuk bertanya bagaimana teknik mereka bisa memenangkan hati perempuan yang baru saja dikenalnya.
Mungkin saya lebih dulu pernah melakukan hal itu. Semoga menjadi pembelajaran menarik bagi Anda. Apa jawaban yang saya peroleh waktu itu? Ternyata sedikit sekali saya dapatkan jawaban yang sama.
Para laki-laki pemenang dunia dating, ternyata mempraktekkan teknik dan metode yang bisa dibilang berlainan. Hanya satu hal yang bisa mirip atau dimirip-miripkan, yaitu adalah kemampuan menciptakan ‘chemistry’. Saya kira para laki-laki yang saya tanya itu bahkan tidak mengerti bahwa telah menggunakan suatu teknik penting itu untuk menjadi piawai dalam dunia dating.
Salam Leader
DanG



Chemistry

 

Saya jelaskan dengan cara yang mudah. Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang belum Anda kenal, tetapi beberapa menit kemudian setelah Anda bicara beberapa topik, Anda merasa: wow, orang ini ternyata ..............
Nah itulah yang disebut chemistry. Ada yang nyambung secara psikologis dengan lawan bicara Anda. Ada sesuatu yang ‘klik’. Sesuatu yang Anda rasakan nyaman, menggairahkan dan menghidupkan waktu-waktu bersama dia.
Apakah chemistry ini alami? Sembilan puluh persen ya. Sisanya dibuat-buat. Pemain peran yang kompeten bisa menghidupkan yang sepuluh persen itu menjadi seratus persen. Ia mampu menciptakan chemistry itu dalam menit pertama. Ia mengerahkan seluruh asetnya untuk membangun chemistry itu. Sikap tubuhnya, mimic wajahnya, artikulasi bicaranya, kongruen atau sebangun dengan topic pembicaraanya.
Chemistry alami terbangun karena ada frame of reference yang sama atau mirip-mirip. Misalnya, berasal dari daerah yang sama, latar belakang studi yang sama atau ketertarikan akan sesuatu hal yang sama.
Sementara itu, chemistry yang terbentuk secara tidak alami namun disusun sedemikian rupa sehingga bisa nge-klik dengan lawan biacara adalah keahlian yang dipelajari. Misalnya, sikap tubuh yang sama. Dalam teknik komunikasi, ini disebut mirroring. Anda membangun sikap tubuh yang mirip-mirip dengan si mitra bicara. Anda menggerakkan tubuh dengan pola yang senada.
Cara lain adalah teknik menyamakan nada bicara. Orang cenderung menyukai orang lain yang memiliki gaya bicara yang mirip-mirip atau bersesuaian. Misalnya, bila mitra bicara Anda menggunakan intonasi lembut-lugas, Anda bisa menyesuaikan diri dengan gaya bicara yang sama. Kecepatan pembicaraan dan lemah kerasnya suara perlu di adjust sedemikian rupa sehingga mitra bicara merasa nyaman.
Dua hal itu sebenarnya sebagian inti penting dari teknik komunikasi efektif. Dan jelas berlaku pula dalam dunia dating. Meskipun perlu penyesuaian sesuai dengan norma-norma lingkungan yang berlaku, karena mitra bicara Anda adalah lawan jenis.
Siap? Tergantung Anda. Apakah memang Anda memposisikan diri sebagai laki-laki rata-rata yang mampu memenangkan perempuan untuk date dengan Anda. Dalam waktu yang Anda perkirakan sendiri. Pikiran Anda adalah magic-tools bagi tubuh Anda. Andalah yang mengemudikan tubuh Anda, yang mengarahkan dia.

 


 

Tipe-tipe perempuan dating

agaimana para Leader mengenal peran-peran yang dimainkan perempuan dalam dunia dating? Dalam klasifikasi besar, kita golongkan dalam empat. Pertama, Anda sudah baca di edisi lalu, yaitu peran tipe predator.
Peran tipe kedua adalah teaser. Tipe ini mudah sekali Anda temui. Kebalikan dengan tipe predator, justru tipe ini tidak banyak menebar pandangan ke segala penjuru. Tetapi ia tampak memperkuat arah matanya yang tertuju pada Anda. Ia menggoda Anda. Bila Anda mendekatinya, memperkenalkan diri Anda, Ia akan bicara dengan sepenuh hati. Ia mempermainkan bibirnya sewaktu bicara. Kadang kala, ia merasa perlu membasahi bibirnya dengan lidah meskipun lips gloss masih tampak melekat kuat. Biasanya Ia menyukai jenis minuman yang disajikan dengan gelas tinggi, dan mengirupnya pelan-pelan dengan sebuah straw penuh ekspresi.
Bila Anda tertarik, mengapa Anda tidak mencoba menggodanya? Meskipun belum Anda tentu berhasil. Tetapi untuk menguji coba kemampuan Anda, mengapa tidak?
Tipe ketiga adalah tipe waker. Sebagaimana julukannya, ia membangunkan gairah Anda. Ia tampak agresif dengan cara duduknya. Cara berjalan dan sikap tubuhnya. Anda tahu maksud saya? Bila Anda sedang dalam mode spamming-spotting (baca LeadershipPark edisi sebelumnya), Anda mungkin tidak sengaja menemukan seorang perempuan dengan gaya ini. Ia tampak tidak mempedulikan kehadiran Anda. Tetapi sudut matanya tahu bahwa Anda berada dalam jangkauan pandangannya.
Cukup mudah untuk menemukan tipe ini ditengah-tengah ruangan acara. Tipe ini, bak mawar merekah, mereka membutuhkan sanjungan dan pujian. Tipe ini begitu menggairahkan, sebagaimana gairah yang dia munculkan. Ia membutuhkan kesempatan untuk mengaktualisasikan gairah itu. Jika Anda sedang di café, perempuan ini banyak ditemui di deretan kursi persis depan meja bar. Poinnya adalah, tipe ini biasanya memilih tempat yang mudah terlihat.
Tipe kedua adalah tipe sleeper. Maksudnya bukan tipe yang mudah tertidur di acara. Tetapi Ia memang tampak lemas. Tampak tidak terlalu antusias dengan suasana. Anda akan menemukan tipe ini duduk di sudut-sudut ruangan. Ia memang tidak ingin mencolok di suasana itu. Gaya tubuhnya juga seolah tidak butuh teman dating. Tetapi bukan berarti Ia mungkin tidak menarik bagi Anda. Bila Anda tertarik, mustinya Anda memahami bahwa sebenarnya ia sedang memainkan peran itu. Tetapi Anda perlu pastikan apakah dia memang sedang tidak mood.
So sebelum Anda coba date dia, temukan dulu peran apa yang dia sedang tampilkan....supaya bisa ambil cara pendekatan yang “klik”.
DanG