Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Totalitas seorang Ellies Sutrisna |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Senin, 27 Juli 2009 11:12 |
![]() Predikat sebagai seorang book writer, entrepreneur, speaker sekaligus trainer handal tak serta merta membuat seorang Ellies Sutrisna merasa sudah menjadi segalanya. Sosok yang begitu lugas dalam berkata-kata ini mengatakan bahwa adalah telah menjadi pedomannya untuk terus selalu belajar dan berbagi ilmu yang ia miliki.Lulusan terbaik dari University of Wollongong New South Wales, Australia ini memulai karirnya di Indonesia sejak tahun 1989 mulai dari bawah. Hampir setiap tahun ia meraih penghargaan “ Top Achiever “ dari perusahaannya. Beliau mendaki karirnya dengan sangat cepat sehingga beliau menjadi direktur termuda dari beberapa anak perusahaan Teknologi Informasi Public terbesar di Indonesia dan juga menjabat sebagai Chief Executive Officer ( CEO ) perusahaan PMA & Joint Venture. Saat menuntu ilmu di negeri kangguru itu, corporate leader yang satu ini membiayai sendiri kuliahnya. Segala pekerjaan ia lakoni, bahkan ia pernah merasakan harus bangun pagi-pagi sekali (dimana kebanyakan orang masih terlelap di pembaringan), ditengah-tengah udara dingin yang meyelimuti ia harus berangkat ke pasar untuk berjualan ikan. Sungguh semangat yang begitu mengagumkan. Dan hasil jerih payahnya itu terbayar dengan predikat sebagai lulusan terbaik ditempatnya kuliah. Kesuksesan itu berlanjut ketika ia menekuni karier di sebuah perusahaan Teknologi Informasi Public terbesar di Indonesia dan juga menjabat sebagai Chief Executive Officer ( CEO ) perusahaan PMA & Joint Venture. Sebuah keputusan (yang mungkin controversial untuk kebanyakan orang) ia ambil saat ia memutuskan berhenti ditengah karirnya yang sedang meroket. “Ingin menjadi ibu rumah tangga” begitu katanya. Cukup mengejutkan memang, namun ia tahu betul apa yang memang ia inginkan. Setelah dua tahun menjadi “ ibu rumah tangga”, ia merasa terpanggil untuk membagi ilmu dan pengalaman yang ia miliki kepada halayak banyak. Ia pun memutuskan untuk menulis buku dan memberikan pelatihan-pelatihan. Hasilnya adalah kesuksesan selanjutnya. Padahal mungkin ia bisa saja hidup bersantai-santai dengan materi yang ia miliki saat itu tanpa harus bekerja susah payah. Namun panggilan itu terasa lebih kuat dan membuat pemegang sertfikat Licensed Practitioner of NLP ™ dan juga Certified Fire Walk Trainer ini kembali terjun ke kesibukan lain, selain ibu rumah tangga. Bulan Desember 2008, Ia menambah lagi ilmunya di negeri paman sam dan mendapatkan Certified Business Performance Coach dari Brian Tracy’s Focal Point Coaching. Bahkan wanita ini juga diberikan kepercayaan oleh Brian Tracy Internatioanl untuk mengembangkan bisnis Brian Tracy’s Focal Point Coaching dan menjadikannya seorang pemegang master Franchise untuk Indonesia.Berbicara tentang emansipasi wanita, ia berpendapat bahwa wanita tetaplah seorang ibu yang tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya, terutama buah hatinya. Saat ditanya tentang membagi waktu antara pekerjaan yang ia geluti sekarang ( yang begitu mobile karena harus memberikan pelatihan-pelatihan dibanyak tempat) dengan waktu untuk anak-anaknya ia menjelaskan bahwa ia tetap memberikan batasan jelas antara waktu bekerja dan waktu untuk keluarga. Saat bersama anak-anak maka pekerjaan harus di kesampingkan dulu, jadi waktu adalah total waktu untuk keluarga. Setelah anaknya tidur barulah ia kembali mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan yang tak kalah penting adalah Ia juga tak lupa selalu menanamkan jiwa sosial kepada anak-anaknya. Sebuah nilai yang sudah mulai terlupakan ditengah masyarakat perkotaan yang individualistis. Super Mom, kalau boleh saya katakan begitu Ketika kami meminta resep yang menjadi kunci sukses seorang Ellies Sutrisna, Favourite trainer di perusahaan – perusahaan di bidang Business, Management dan Leadership inipun berkata ”Strive for Excellence”. Tak heran jikalau pemilik beberapa perusahaan berskala nasional dan penulis buku – buku tentang pengembangan karir dan motivasi yang telah beredar seperti “ 5 Jurus Jitu Melejitkan Karir “ & “ Tetap Nyaman Bekerja dengan Bos Temperamental “ ini selalu mampu meraih yang terbaik untuk setiap hal yang ia geluti. |