Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Rudy Lim Founder & CEO Youngs Enterprise |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Senin, 27 Juli 2009 11:08 |
|
Berangkat ke Jakarta dengan berbekal uang yang pas-pasan untuk mendaftar kuliah, pemuda yang satu ini membiayai pendidikannya sendiri dengan bekerja. Hal ini bukanlah hal yang baru untuk Rudy Lim yang terbiasa dengan bekerja keras sejak kecil didaerah asalnya Bagansiapiapi, Riau. Berasal dari keluarga sederhana tidak menjadikan Rudy kecil berkecil hati. Tapi justru menambah semangatnya dalam menggapai kehidupan yang lebih baik. Berlatar belakang sebagai anak dengan didikan keluarga yang keras dan disiplin tinggi, membuat Rudy kecil tumbuh menjadi anak muda yang bermental kuat, ambisius dan mandiri. Hal inilah yang kelak menjadi modalnya untuk “bertarung” di rimba Jakarta yang keras. Dan ia membuktikan mampu bertahan bahkan meraih sukses yang luar biasa. Sejak usia yang sangat muda ia telah terjun dalam dunia bisnis yang mengandalkan motivasi diri yang terkenal dengan prinsip “ tiada sesuatu pun yang mustahil”. Sejak kecil, ia pun sudah dikenal sebagai anak yang aktif. Begitu banyak kegiatan sekolah yang ia ikuti yang kian hari kian membentuk dirinya memiliki mental kesatria, jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Pada usianya yang 18tahun, ia rajin mengikuti berbagai training dan seminar, yang kelak membawanya bertemu dengan motivator-motivator top Indonesia dan luar negeri seperti Mr. Andrew Ho (Mr.The BEST, Top motivator Asia) dan Billi P.S. Lim (Pengarang buku Dare to Fail, World’s #1 Failure Guru). Terilhami oleh tokoh-tokoh tersebut, ia mulai tertarik dan berani berinfestasi mengikuti seminar-seminar dan training dari sang Guru-guru sukses tersebut, dengan tujuan menempa diri agar suatu saat bisa menjadi motivator dan trainer yang bisa berbuat untuk sesamanya. Ia tak segan-segan untuk membagi ilmu yang ia dapat kepada orang lain dengan harapan keberhasilan juga akan datang kepada mereka. Maka tak heran jika ia kerap kali diundang untuk mengisi training dan seminar-seminar, baik dari level kampus hingga ke instansi pemerintah. Sering kali ia dihadapkan dengan peserta seminarnya yang berusia dan berpengalaman jauh diatasnya. Namun, itu tak membuatnya rendah diri apalagi menyerah. Ia selalu memiliki trik-trik untuk mengatasi kondisi-kondisi sulit dan selalu sukses dalam meraih perhatian para peserta seminarnya. Tentang alas an mengapa ia tertarik untuk memilh bidang motivasi sebagai jalur karirnya, dengan idealis ia mengatakan “ semua orang butuh motivasi, butuh semangat, butuh butuh spirit dan itu bisa didapatkan umumnya dari orang lain”. Kini pria yang memiliki hobby membaca, travelling, dan olah raga ini mendirikan YOUNGS Enterprise dengan misi memberikan motivasi kepada semua orang tentang kesuksesan dan membangun jiwa wirausaha muda di seluruh Indonesia serta memberikan sarana serta inspirasi dalam memulai karir. Sehingga ia dijuluki sebagai : Inspirator Muda No.1 Indonesia. Sungguh predikat yang tak main-main untuk orang seusianya. Keitika ditanya tentang obsesinya, dengan pasti ia mengatakan ingin membangun sebuah kerajaan bisnis terbesar di Asia. Wow… Sosok muda yang berani ini selalu menjadikan dan memandang motivator-motivator lain sebagai rekan dan guru tempatnya untuk menambah ilmu dan pengalaman. Tak heran jika ia hanya memiliki banyak teman dan bukan lawan atau competitor. Begitu pula kepada tim redaksi kami, ia tak sungkan-sungkan berbagi motto suksesnya. “ The great pleasure in life is doing what other people say it is impossible, you can’t do it”, begitu katanya. Terakhir, sedikit pertanyaan “nakal” kami tentang apakah ia merasa tak kehilangan masa mudanya?, dengan lugas dan pasti ia menjawab “lebih baik kehilangan masa muda, dari pada kehilangan masa depan”, dan percakapan kami pun diakhiri dengan tawa. (sunny)
YOUNGS |
| LAST_UPDATED2 |