Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Langgeng Purwati |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Senin, 27 Juli 2009 11:05 |
|
Gambaran bahwa seorang pemimpin wanita harus memiliki tampilan keras seperti mantan perdana menteri inggris Margareth Thatcher, atau begitu dingin seperti mantan menteri luar negeri Israel Tzipi Livni seketika sirna ketika kami bertemu dengan sosok corporate leader yang satu ini. Cerminan seorang Kartini nampak jelas pada diri seorang ibu Langgeng Purwati, Executive Manager Club Arena International,salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa Spa dan Fitness . Sosok wanita jawa yang bersahaja dan lembut namun tetap tegas dalam memimpin. Wanita yang akrab disapa ibu Ipunk ini merintis kariernya mulai dari bawah dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Hasilnya adalah kesuksesan yang kini ia raih.Sebagai seorang pemimpin, ibu Ipunk melihat bahwa kejujuran, ketegasan, disiplin serta professionalitas adalah sikap yang senantiasa harus dipegang oleh setiap pemimpin dalam mengemban tugas-tugasnya. Tak hanya itu, seorang pemimpin harus selalu maximal,total dan menikmati pekerjaannya. Karena hanya dengan itu ia dapat memperoleh hasil yang maximal pula. Ketika ditanya tentang kendala dalam memimpin, wanita yang memandang pekerjaan sebagai suatu ibadah ini mengatakan bahwa sesungguhnya kendala itu timbul atau hadir dari diri sendiri. Terkadang yang membuat sebuah tugas menjadi tampak lebih berat adalah ketika kita melihat persoalan itu sebagai sebuah halangan besar yang susah untuk dikerjakan atau selsaikan. Jadi semua berpulang kepada diri kita sendiri. Wanita yang suka mengisi waktu senggangnya dengan mengajar kepribadian ini juga begitu dekat dengan karyawannya. Sikapnya yang hangat dan sangat keibuan tak ayal membuat anak buahnya tak segan-segan untuk berbagi cerita dengannya. Ia juga sering memberikan konseling atau brifing untuk meningkatkan motivasi kerja para karyawan. Menurutnya, rasa nyaman sangat dibutuhkan guna mencapai hasil kerja yang maximal. Jadi kenyamanan dilingkunagan kerja juga menjadi factor krusial dalam jalannya sebuah perusahaan. Selain itu para karyawan juga harus mampu memisahkan antara urusan-urusan yang bersifat pribadi dengan pekerjaan, serta selalu berpikiran positif agar tercipta teamwork yang baik. Ia tak segan-segan untuk memberikan pujian kepada karyawan yang berprestasi, dan memberikan teguran bahkan tindakan tegas bila mereka melanggar aturan-aturan main yang berlaku di kantor. Berbicara tentang emansipasi wanita, ibu dari satu orang anak ini berpendapat bahwa persamaan hak adalah ![]() suatu hal yang positf namun tak boleh “kelewatan”. Seorang wanita menurutnya jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita. Karena wanita dan pria adalah tetap dua mahluk yang berbeda dan memiliki kodrat yang berbeda pula. Persamaan itu lebih kepada hak-hak yang lain, seperti pendidikan, hak politik, pekrjaan dan lain-lain. Ditengah kesibukan sebagai seorang corporate leader beliau tetap meluangkan waktu untuk bersama putri semata wayangnya. Bahkan tak jarang ia mengajak putrinya untuk terlibat langsung dalam kesibukannya sebagai pengajar. “Jadi komuikasi antara ibu dan anak tetap terjalin baik” begitu tambahnya.Tentang kesuksesan dan kegagalan ia berprinsip “siap menerima keuntungan harus siap menerima kegagalan”. ia menambahkan bahwa jangan biarkan kegagalan membuat kita terpuruk dan meratapinya penuh penyesalan, namun kegagalan itu harus disikapi dengan bijak dan sebaik-baiknya agar kelak tak terjerembab dilubang yang sama. Dan yang terpenting adalah menjadikan kesuksesan sebagai suatu kebiasaan, agar kita selalu terbiasa melakukan yang terbaik dan tak cepat lupa diri atau hanyut oleh keberhasilan yang kita peroleh. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan perbincangan hangat kami hari itu ditutup dengan beberpa kiat yang menjadi pedoman ibu Ipunk dalam merengkuh kesuksesan. “ yakin dan ikhlas”, begitu pesannya untuk para pembaca LeadershipPark. Terimaksih ibu Ipunk. (Sunny)
|