Mengapa Setiap Orang bisa dan Mampu Menjadi Pemimpin?
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas.
A Good leader give good order, but the best leader give an example
Sebagai Leader, Anda pasti pernah mengamati. Ada tim yang memiliki performa tinggi, ada yang sebaliknya, dan ada yang biasa-biasa saja. Dalam pengamatan Anda itu, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda, mengapa bisa berbeda-beda?
| Drajad Wibowo Kecewa PAN Tak Berani Sebut Nama |
|
|
|
| Ditulis oleh Webmaster |
| Rabu, 24 Februari 2010 09:25 |
|
Pengamat ekonomi politik Drajad Wibowo mengaku kecewa berat atas sikap Fraksi PAN DPR yang tak berani menyebut nama mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), kini Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), kini Wapres, Boediono dikaitkan langsung, diduga atas skandal bailout Bank Century. "Saya kecewa berat. Itu komentar saya sebagai ekonom terhadap ketidakberanian Fraksi PAN menyebut nama Boediono dan Sri Mulyani," Drajad menyesali kepada persda network, Rabu (24/2/2010). Drajad yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PAN ini mengaku mendapat kiriman pesan singkat melalui SMS melalui telefon selulernya yang semuanya menyatakan kekecewaan sikap Fraksi PAN atas pandangan akhir terkait skandal bailout Bank Century yang diindikasikan merugikan keuangan negara ini. "Hingga Rabu dini hari, saya menerima puluhan SMS yang isinya menyatakan sangat kecewa, bahkan marah-marah terhadap sikap fraksi (PAN). Bagi saya, itulah realita, cerminan, pandangan dari masyarakat kebanyakan," keluh Drajad. "Sebagai ekonom, saya mengkhawatirkan moral hazard yang lebih besar lagi jika pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap skandal Bank Century, lolos begitu saja. Pejabat negara, bisa lebih mudah lagi menutup-nutupi kesalahan dan penyimpangan di masa mendatang," ujarnya lagi. Sikap Fraksi PAN yang tak berani menyebut nama ini, lanjut Drajad Wibowo, bisa saja membuat orang berfikir, lebih baik terlibat skandal lebih besar sekalian karena akan aman, daripada ikut korupsi ecek-ecek, malah ditahan KPK. "Nah, terlalu mahal harga yang harus dibayar. Terutama, oleh generasi penerus kita. Skandal BLBI, dan berbagai skandal lain. Termasuk skandal ini, bisa menguap begitu saja," tegas Drajad Wibowo yang awalnya yakin, sama dengan keyakinan Amien Rais, pendiri PAN, fraksinya di DPR akan berani menyebut nama. Dalam pandangan akhir yang dibacakan oleh juru bicara PAN di Pansus Century, Asman Abnur, Rabu (24/2/2010) dini hari, pada intinya mengungkapkan, kasus Century menunjukkan lemahnya pengawasan Bank Indonesia (BI) dalam proses merger dan akuisisi bank. Kondisi ini dianggap memicu penyimpangan yang dilakukan pemilik dan manajemen Bank Century. PAN kemudian mendesak agar memproses secara hukum lembaga terkait yang terlibat, lembaga KSSK, BI, LPS. PAN juga meminta aparat berwenang untuk mengembalikan dana yang dilarikan ke luar negeri kepada nasabah. PAN kemudian meminta penuntasan aliran dana Century dengan tidak menimbulkan kecurigaan. [Sumber : Kompas.com] |