Sambutan Ir. Bambang, MM
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian
Selaku Ketua ISPO (Indonesia Sustainability Palm Oil)

Perkebunan Kelapa Sawit,
Sumber Kemakmuran Bangsa

Pengusahaan perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia telah berlangsung lama, sebelum penjajahan menguasai bumi nusantara tercinta. Tidak dipungkiri tantangan yang berkaitan dengan lingkungan terus bergulir terhadap setiap upaya pengembangan kelapa sawit. Kampanye anti sawit diduga keras mempunyai tujuan terselubung untuk mengkerdilkan peran sawit di dunia Internasional dan domestic terutama oleh Negara penghasil minyak nabati non sawit disaat Indonesia memimpin pasokan minyak di dunia Internasional.

Industri dan perkebunan kelapa sawit sudah sepantasnya mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di dunia karena menghasilkan pangan dan energi yang efisien sekaligus melindungi permukaan tanah secara baik. Kelapa sawit menjadi kebanggaan Bangsa, menyumbang kemajuan ekonomi bagi wilayah-wilayah yang terisolir. Namun banyak tuduhan yang menerpa perkebunan kelapa sawit adalah deforestrasi melalui pembakaran lahan.  Pernah terjadi bencana kebakaran lahan perkebunan yang merusak citra dan menjadi amunisi pihak-pihak yang selama ini tidak menyukai prestasi perkembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Oleh karena itu Undang-Undang Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan mengamanatkan bahwa setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuka lahan dengan cara dibakar. Aturan ini harus menjadi pedoman dan dipatuhi oleh seluruh pelaku usaha perkebunan, baik perusahaan korporasi maupun petani dan sanksi tegas bagi korporasi yang berani melanggar aturan tersebut. Gubernur, Bupati dan Walikota sebagai pemberi izin wajib melakukan evaluasi terhadap ketentuan ini. Direktorat Jenderal Perkebunan sudah membentuk Brigade Pengendali Kebakaran yang tersebar di 8 propinsi rawan kebakaran dan telah dibentuk Kelompok Tani Peduli Api. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perusahaan dan Masyarakat harus bersinergi untuk mengantisipasi kebakaran di lahan perkebunan.

Berdasarkan kajian, kebakaran hutan/kebun pada tahun 2015 merugikan negara yang cukup besar, selain itu dampaknya berupa turunnya derajat kesehatan masyarakat, terganggunya transportasi dan mencoreng citra Indonesia dimata internasional karena Indonesia dianggap mengekspor asap ke Negara-negara tetangga. Hal ini menekankan pentingnya upaya pencegahan dan kesiap siagaan menghadapi kebakaran lahan dan perkebunan oleh semua pihak

Pemerintah terus melakukan sosialisasi tata kelola pembangunan perkebunan yang baik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan. Pemerintah akan menertibkan kembali izin-izin yang sudah diberikan oleh Gubernur dan Bupati melalui morotarium dengan melakukan evaluasi terhadap konsesi yang telah diberikan. Memberi kesempatan pada pengusaha yang telah mendapatkan izin konsesi untuk memanfaatkan lahan seoptimal mungkin dan lahan perkebunan benar-benar sudah clear and clean.

Pengembangan perkebunan Kelapa Sawit berkelanjutan berstandar nasional dan diakui dunia internasional merupakan kebijakan pemerintah yang tidak dapat ditawar lagi. Karena itu penting sekali mengelola kelapa sawit ramah lingkungan untuk kesejahteraan bersama.

Dari 11,3 juta ha perkebunan kelapa sawit, ada 4,4 juta perkebunan rakyat, dari luasan perkebunan rakyat tersebut sekitar 1,7 juta ha diindikasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berada di kawasan hutan. Presiden minta segera diselesaikan masalah ini. Penyelesaian pelepasan kawasan hutan untuk petani sudah sewajarnya sebab mereka sudah berpuluh tahun berdomisili dan mengusahakan kebun tersebut. Masyarakat perlu mendapat kepastian usaha, tanahnya bisa disertifikasi dan dikelola dengan baik.

Buku ini merupakan hasil kajian tentang praktek-praktek baik perkebunan kelapa sawit yang melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran, dilakukan Tim Peneliti LeadershipPark bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian serta Direktorat Planologi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di 7 Propinsi. Kajian ini menjadi salah satu langkah road map tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dengan menitik beratkan pada kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. Para pelaku industri perkebunan kelapa sawit yang telah diriset oleh Tim, telah menandatangani pula komitmen pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, layak diapresiasi karena dapat menjadi contoh praktek-praktek pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang baik.

Akhirnya pada kesempatan ini saya selaku Direktur Jenderal Perkebunan, mengucapkan terimakasih dan selamat kepada Tim Peneliti LeadershipPark.  Semoga buku ini yang merupakan hasil kajian akan menjadi salah satu acuan dan memberikan semangat di masa mendatang untuk lebih mampu mewujudkan pembagunan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan serta menepis isu negatip oleh dunia internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *